Ternyata Penyebab Mesin Cuci Nyetrum Karena Pengguna Yang Ceroboh
Kalimat judul di atas mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Banyak yang mengira mesin cuci nyetrum terjadi karena faktor usia mesin, kualitas merek yang kurang bagus, atau memang karena komponen elektronik yang sudah rusak. Namun kenyataannya, banyak kasus mesin cuci nyetrum justru disebabkan oleh kebiasaan pengguna yang ceroboh dalam pemakaian sehari-hari.
Hal ini sering kami temukan saat melakukan service mesin cuci di rumah pelanggan. Mesin cuci yang awalnya masih bagus, dinamo masih kuat, bahkan body masih terlihat mulus, ternyata mengalami kerusakan cukup parah hanya karena cara penggunaan yang salah dan kurangnya perawatan.
Para ibu rumah tangga tentu ingin pekerjaan cepat selesai. Apalagi saat pakaian sudah menumpuk banyak, keinginan untuk mencuci sekaligus dalam jumlah besar memang sangat menggoda. Akibatnya, semua pakaian dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga penuh sesak, lalu air ditambahkan sebanyak mungkin agar cucian dianggap lebih bersih.
Padahal tanpa disadari, kebiasaan inilah yang menjadi awal berbagai kerusakan pada mesin cuci.
Mesin cuci memang dirancang untuk membantu pekerjaan rumah menjadi lebih ringan. Tetapi sehebat apa pun merek mesin cuci, tetap memiliki batas kemampuan. Jika digunakan secara berlebihan setiap hari, maka komponen di dalamnya akan cepat aus dan rusak.
Banyak pengguna berpikir bahwa semakin penuh isi mesin cuci maka semakin hemat waktu. Padahal justru sebaliknya. Beban cucian yang terlalu berat membuat dinamo bekerja ekstra keras. Gearbox dipaksa berputar melebihi kapasitas. Vanbelt menjadi cepat longgar. Seal mulai bocor. Dan yang paling berbahaya, kebocoran air bisa merembes ke bagian kelistrikan sehingga menimbulkan arus listrik pada body mesin cuci.
Saat kondisi ini mulai terjadi, biasanya pengguna akan merasakan sengatan kecil ketika menyentuh body mesin cuci. Ada juga yang mengeluhkan mesin cuci terasa seperti “setrum” saat tangan dalam keadaan basah.
Inilah tanda bahaya yang sering diabaikan.
Sebagian orang menganggap hal tersebut biasa dan tetap menggunakan mesin cuci seperti biasa. Padahal jika dibiarkan terus-menerus, risiko korsleting dan kerusakan besar akan semakin tinggi. Bahkan bisa membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Tahukah kalian wahai para ibu, mesin cuci walau setahan dan seawet apa pun, jika kita ceroboh menggunakannya maka lambat laun pasti rusak dengan sendirinya.
Di era sekarang, hampir semua komponen mesin cuci menggunakan bahan plastik dan karet. Tujuannya memang agar lebih ringan dan hemat biaya produksi. Namun bahan seperti ini memiliki kelemahan, yaitu tidak tahan terhadap tekanan berlebihan dalam jangka panjang.
Ketika cucian terlalu penuh, tekanan pada tabung meningkat drastis. Putaran mesin menjadi berat dan tidak seimbang. Akibatnya:
- Seal cepat bocor
- Gearbox cepat aus
- Vanbelt mudah putus atau longgar
- Dinamo cepat panas
- Body mesin menjadi bergetar keras
- Kabel kelistrikan menjadi rentan rusak
Saat seal mulai bocor, air perlahan masuk ke bagian bawah mesin. Padahal posisi dinamo pencuci maupun pengering berada di bagian paling bawah dan sangat dekat dengan lantai. Jika area bawah sering terkena air atau lembap, maka risiko korsleting sangat besar.
Banyak pengguna tidak sadar bahwa percikan air kecil dari bawah lantai bisa menjadi penyebab utama dinamo terbakar. Apalagi jika mesin cuci ditempatkan di area basah seperti dekat kamar mandi, halaman tanpa atap, atau lantai yang sering tergenang air.
Mesin cuci sebenarnya sangat anti terhadap air pada bagian bawahnya.
Ironis memang. Mesin yang digunakan untuk mencuci pakaian justru tidak boleh terkena air di bagian tertentu. Namun itulah fakta teknisnya. Air hanya boleh berada di dalam tabung pencucian, bukan mengenai dinamo atau kabel kelistrikan di bawah mesin.
Kami sering menemukan mesin cuci yang rusak parah hanya karena pengguna menaruhnya langsung di lantai tanpa alas. Ketika lantai dipel atau terkena cipratan hujan, air masuk ke bawah mesin dan membuat dinamo lembap. Lama-kelamaan gulungan dinamo menjadi korslet lalu terbakar.
Saat sudah begini, barulah panik.
Cari ke sana kemari tukang service yang bagus tapi maunya murah.
Padahal jika sejak awal mesin cuci digunakan dengan benar, kerusakan besar seperti ini sebenarnya bisa dicegah.
Karena itu, setiap kali kami selesai melakukan service mesin cuci, kami selalu memberikan beberapa saran penting kepada pelanggan agar mesin cuci lebih awet dan aman digunakan.
1. Jangan Terlalu Banyak Mencuci Sekaligus
Mencuci dalam jumlah besar memang terlihat praktis. Tetapi kebiasaan ini membuat mesin cuci bekerja terlalu berat. Sebaiknya cucilah pakaian secara bertahap agar beban mesin tetap ringan.
Dengan beban yang normal, putaran dinamo menjadi lebih stabil, gearbox tidak cepat rusak, dan vanbelt lebih tahan lama.
2. Sebesar Apa Pun Mesin Cuci, Disarankan Hanya Setengah Bak Saja
Banyak orang salah paham mengenai kapasitas mesin cuci. Jika tertulis kapasitas 8 kilogram, bukan berarti tabung harus diisi penuh setiap saat.
Idealnya, isi cucian cukup sekitar setengah bak atau maksimal tiga perempat saja. Tujuannya agar pakaian masih memiliki ruang untuk bergerak saat proses pencucian berlangsung.
Jika terlalu penuh, hasil cucian justru kurang bersih dan mesin cepat rusak.
3. Jangan Menaruh Mesin Cuci di Tempat Kotor atau Basah
Ini salah satu kesalahan paling sering terjadi.
Mesin cuci sering ditempatkan sembarangan di area lembap, dekat saluran air, atau bahkan terkena hujan dan panas secara langsung. Padahal kondisi tersebut sangat berbahaya untuk komponen kelistrikan.
Karena posisi dinamo pengering dan pencuci berada di bawah mesin, maka percikan air dari lantai sangat mudah masuk ke bagian dinamo. Jika dibiarkan, dinamo bisa korslet dan terbakar.
Selain itu, tempat yang kotor juga membuat bagian bawah mesin cepat berkarat dan dipenuhi lumpur atau debu yang menghambat pendinginan mesin.
4. Beri Alas Dengan Batako Agar Mesin Cuci Lebih Tinggi Dari Lantai
Tips sederhana ini ternyata sangat penting.
Dengan memberikan alas berupa empat buah batako atau dudukan khusus, posisi mesin cuci menjadi lebih tinggi dari lantai. Hal ini membantu mengurangi risiko percikan air masuk ke bagian bawah mesin.
Selain itu, sirkulasi udara di bawah mesin juga menjadi lebih baik sehingga dinamo tidak cepat panas.
Cara sederhana seperti ini sering dianggap sepele, padahal manfaatnya sangat besar untuk menjaga keawetan mesin cuci dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, mesin cuci yang awet bukan hanya tergantung dari merek mahal atau harga yang tinggi. Cara penggunaan dan perawatan dari pengguna justru menjadi faktor utama yang menentukan umur mesin cuci tersebut.
Jika digunakan dengan baik, mesin cuci bisa bertahan bertahun-tahun tanpa masalah berarti. Tetapi jika digunakan secara sembarangan, baru beberapa tahun saja sudah mulai muncul kerusakan di sana-sini.
Jadi mulai sekarang, gunakanlah mesin cuci dengan lebih bijak. Jangan memaksakan kapasitas, hindari area basah, dan rawat mesin cuci secara rutin.
Karena mesin cuci bukan alat yang murah. Merawat lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk service berkali-kali.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar