Mesin Cuci Baru Diservice Tak Lama Rusak Lagi
Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan adanya mesin cuci, pekerjaan mencuci pakaian menjadi lebih mudah, cepat, dan hemat tenaga. Namun, bagaimana jadinya jika mesin cuci yang baru saja diservice ternyata kembali rusak hanya dalam waktu seminggu atau sebulan?
Hal ini tentu sangat menjengkelkan. Banyak orang langsung menyalahkan teknisi dengan anggapan bahwa perbaikan yang dilakukan tidak maksimal. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Ada beberapa faktor yang membuat mesin cuci cepat rusak kembali meskipun baru selesai diperbaiki.
Kadang teknisi sudah berupaya semaksimal mungkin agar mesin cuci bisa kembali normal dan tahan lama. Namun, kondisi pemakaian di rumah sering kali berbeda dari yang diperkirakan. Kesalahan penggunaan, lokasi penempatan, hingga kebiasaan sehari-hari dapat menjadi penyebab utama kerusakan kembali terjadi.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat mesin cuci cepat rusak kembali setelah diservice.
1. Letak Mesin Cuci Berada di Area Lembab atau Basah
Banyak orang menaruh mesin cuci di belakang rumah, samping rumah, bahkan di dalam kamar mandi. Memang secara praktis lokasi tersebut dianggap memudahkan karena dekat dengan sumber air. Namun, ternyata tempat yang lembab dan basah sangat berbahaya untuk mesin cuci.
Perlu diketahui bahwa bagian dinamo mesin cuci berada di bawah body mesin. Dinamo tersebut sangat sensitif terhadap cipratan air, terutama dari bagian bawah. Jika air sering mengenai dinamo, maka akan terjadi karat, korsleting, atau lilitan dinamo menjadi cepat rusak.
Selain itu, kelembaban yang tinggi juga membuat kabel dan soket cepat berkarat. Lama-kelamaan arus listrik menjadi tidak stabil dan mengakibatkan mesin cuci mati total atau hanya berdengung.
Banyak pengguna mengira bahwa mesin cuci memang dibuat untuk tahan air sepenuhnya. Padahal kenyataannya tidak demikian. Bagian luar memang tahan terhadap percikan air biasa, tetapi bagian bawah dan komponen kelistrikan tidak boleh terlalu sering terkena air.
Tips Penempatan Mesin Cuci yang Benar
- Letakkan mesin cuci di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan.
- Gunakan alas atau kaki tambahan agar bagian bawah mesin tidak menyentuh lantai basah.
- Pastikan sirkulasi udara di sekitar mesin cukup baik.
- Hindari meletakkan mesin cuci di dalam kamar mandi.
- Bersihkan area bawah mesin secara rutin.
Dengan penempatan yang benar, umur mesin cuci bisa jauh lebih panjang dan risiko kerusakan dapat dikurangi.
2. Terlalu Banyak Mencuci Dalam Sekali Pakai
Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan adalah mencuci pakaian terlalu banyak sekaligus. Banyak orang berpikir bahwa semakin besar body mesin cuci maka semakin banyak pula pakaian yang bisa dimasukkan.
Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Walaupun mesin cuci memiliki kapasitas 7 KG, 10 KG, bahkan 14 KG, bukan berarti tabung harus diisi penuh hingga sesak. Beban yang terlalu berat akan membuat kerja dinamo menjadi lebih keras.
Akibatnya dinamo cepat panas, vanbelt cepat aus, gearbox cepat rusak, dan tarikan mesin menjadi lemah. Jika dipaksakan terus menerus, mesin cuci bisa mati total.
Saran dari teknisi biasanya adalah mengisi pakaian maksimal setengah tabung saja, dan itu sudah termasuk air. Dengan begitu putaran mesin tetap ringan dan komponen di dalamnya tidak cepat rusak.
Memang banyak ibu rumah tangga yang merasa cara tersebut membuat pekerjaan menjadi lebih lama. Namun sebenarnya hal itu justru lebih hemat dalam jangka panjang karena mesin cuci menjadi lebih awet.
Dampak Jika Mesin Cuci Terlalu Penuh
- Dinamo cepat panas.
- Pulsator menjadi berat berputar.
- Vanbelt cepat longgar.
- Gearbox mudah rusak.
- Mesin mengeluarkan suara kasar.
- Putaran pencuci menjadi lambat.
- Mesin cepat mati.
Jika ingin mesin cuci tahan bertahun-tahun, maka biasakan mencuci dalam jumlah yang wajar.
3. Cara Mengeringkan Pakaian Asal-Asalan
Kesalahan berikutnya yang sering dianggap sepele adalah saat menggunakan tabung pengering.
Banyak orang langsung memasukkan pakaian secara asal karena merasa lelah setelah mencuci. Akibatnya posisi pakaian menjadi tidak seimbang saat pengering berputar.
Ketika tabung pengering berputar dalam kondisi tidak seimbang, maka mesin akan mengalami goyangan keras atau sering disebut “oblak”. Jika dibiarkan terus menerus, maka dinding body mesin cuci akan terkikis.
Selain itu, seal karet pengering juga menjadi cepat rusak. Jika seal rusak maka air akan bocor ke bagian bawah dan mengenai dinamo.
Inilah salah satu penyebab kenapa mesin cuci yang baru saja diservice bisa kembali rusak dalam waktu singkat.
Cara Menggunakan Pengering yang Benar
- Susun pakaian secara merata.
- Jangan memasukkan pakaian terlalu banyak.
- Pastikan posisi pakaian seimbang.
- Jika mesin mulai goyang, segera matikan dan rapikan isi tabung.
- Jangan memaksa pengering tetap berjalan saat oblak.
Kebiasaan kecil seperti ini sangat berpengaruh terhadap umur mesin cuci.
4. Jarang Membersihkan Mesin Cuci
Banyak pengguna hanya fokus mencuci pakaian tetapi lupa membersihkan mesin cucinya sendiri.
Padahal sisa deterjen, kotoran, pasir, rambut, dan benang pakaian bisa menumpuk di dalam tabung maupun saluran pembuangan.
Jika dibiarkan terlalu lama, maka saluran air menjadi mampet. Mesin cuci akan bekerja lebih berat karena air sulit keluar.
Selain itu kotoran yang menumpuk juga dapat menyebabkan bau tidak sedap dan membuat hasil cucian kurang bersih.
Cara Membersihkan Mesin Cuci
- Bersihkan filter air minimal seminggu sekali.
- Cuci tabung mesin menggunakan cairan khusus pembersih.
- Periksa saluran pembuangan secara rutin.
- Lap body mesin setelah digunakan.
- Jangan biarkan air mengendap terlalu lama.
Perawatan sederhana seperti ini sering disepelekan padahal sangat penting.
5. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak
Sebagian orang mengira semakin banyak deterjen maka pakaian akan semakin bersih. Padahal penggunaan deterjen berlebihan justru berbahaya untuk mesin cuci.
Busa yang terlalu banyak membuat kerja dinamo semakin berat. Selain itu sisa deterjen juga dapat menumpuk di dalam tabung dan selang.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kerak dan membuat komponen mesin cepat rusak.
Gunakan deterjen secukupnya sesuai kebutuhan dan kapasitas cucian.
6. Tegangan Listrik Tidak Stabil
Masalah listrik juga sering menjadi penyebab utama kerusakan mesin cuci.
Di beberapa daerah, tegangan listrik kadang naik turun. Jika mesin cuci sering digunakan saat listrik tidak stabil, maka komponen elektronik bisa cepat rusak.
Kerusakan yang sering terjadi akibat listrik tidak stabil antara lain:
- Timer terbakar.
- Modul rusak.
- Dinamo cepat panas.
- Mesin mati mendadak.
- Kabel meleleh.
Solusi Agar Mesin Cuci Lebih Aman
- Gunakan stabilizer jika diperlukan.
- Cabut colokan saat mesin tidak digunakan.
- Hindari menggunakan mesin saat listrik sering turun.
- Jangan memakai stop kontak yang longgar.
7. Mesin Cuci Dipakai Tanpa Istirahat
Banyak pengguna memakai mesin cuci terus menerus tanpa jeda. Misalnya selesai mencuci langsung dipakai lagi berkali-kali.
Padahal dinamo membutuhkan waktu untuk mendinginkan suhu. Jika dipaksa bekerja tanpa istirahat, maka lilitan dinamo bisa terbakar.
Teknisi biasanya menyarankan agar mesin diberi jeda sekitar 15–30 menit setelah beberapa kali pemakaian.
Hal sederhana ini dapat membantu menjaga suhu dinamo tetap stabil.
8. Tutup Mesin Selalu Dalam Keadaan Tertutup
Setelah selesai mencuci, sebagian orang langsung menutup rapat mesin cuci.
Padahal kondisi lembab di dalam tabung dapat menyebabkan jamur dan karat.
Sebaiknya setelah digunakan, buka tutup mesin selama beberapa saat agar bagian dalam cepat kering.
Dengan begitu mesin tidak mudah bau dan komponen di dalamnya menjadi lebih awet.
9. Tidak Memanggil Teknisi yang Berpengalaman
Saat mesin cuci rusak, sebagian orang memilih jasa service yang murah tanpa melihat kualitas pekerjaan.
Padahal teknisi yang kurang berpengalaman kadang hanya memperbaiki gejala luar tanpa mengecek penyebab utama kerusakan.
Akibatnya mesin memang bisa hidup kembali, tetapi tidak bertahan lama.
Karena itu pilihlah teknisi yang benar-benar memahami kerusakan mesin cuci dan memberikan penjelasan yang jelas kepada pelanggan.
Kesimpulan
Mesin cuci yang baru diservice tetapi cepat rusak kembali memang sangat menjengkelkan. Namun tidak semua kerusakan terjadi karena kesalahan teknisi.
Banyak faktor lain yang menjadi penyebab utama, mulai dari lokasi penempatan yang lembab, penggunaan berlebihan, pengering yang oblak, hingga kurangnya perawatan.
Jika ingin mesin cuci awet dan tahan lama, maka pengguna juga harus ikut menjaga dan merawatnya dengan benar.
Gunakan mesin cuci sesuai kapasitas, hindari area basah, bersihkan secara rutin, dan jangan memaksakan mesin bekerja terlalu berat.
Dengan perawatan yang baik, mesin cuci bisa bertahan bertahun-tahun tanpa sering mengalami kerusakan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu masyarakat agar lebih memahami cara merawat mesin cuci dengan benar.
Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga agar mereka juga tahu penyebab mesin cuci cepat rusak setelah diservice.
=========================================================================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar